![]() |
"Fokus Mengamati: Anak binaan RZ Padang fokus mengamati
demontratrasi bahaya rokok bagi kesehatan oleh kakak pembina"
|
Padang, Andalusia_News- Sejumlah Anak Juara (sebutan penerima manfaat beasiswa dari RZ
Padang) terkejut saat menyaksikan tisu yang digunakan sebagai salah satu alat
praga bahaya rokok yang tiba-tiba menjadi coklat kehitaman. Peristiwa itu
terjadi saat mereka sedang sibuk dan fokus mengikuti pengarahan dari salah satu
mentor terkait bahaya rokok bagi kesehatan. Pengarahan ini dilakukan pada
minggu pagi (22/2) di sela-sela pembinaan rutin yang dilakukan oleh salah satu
wilayah pembinaan yaitu ICD Padang Utara di masji Iman Katapiang Lolong.
Jupriman 23 tahun menyatakan bahwa Dia sengaja memberikan
pengarahan mengenai bahaya rokok ini dikarenakan kekhawatiranya terhadap
maraknya anak-anak di bawah umur yang mengkonsumsi rokok. Selain itu, isu
Indonesia gawat nakorba juga menjadi salah satu alasan penting kenapa Dia
memberikan pengarahan dan pemberlajaran kepada anak-anak binaanya di ICD Padang
Utara.
“ Saya sengaja pada
kesempatan pembinaan kali ini membawa beberapa alat praga untuk memperlihatkan
serta memberitahukan bahaya mengkonsumsi rokok bagi kesehatan kepada anak-anak
kami din sini. Saya sudah mempersiapkan hal ini sebelumnya. Tujuanya adalah untuk mengantisipasi agar anak-anak yang kami
didik dan bina disini terhindar dari kebiasaan merokok. Saya khawatir sekali
terhadap kondisi negara kita yang sekarang sudah gawat narkoba dan kebiasaan
merokok bisa menjadi salah satu pendorong untuk menggunakan zat adiktif yang
berbahaya tersebut. Tentu saya tidak menginginkan hal itu terjadi pada
anak-anak yang kami bina disini.” Ujar Jupriman yang juga selaku koordinator
wilayah pembinaan di tempat tersebut.
Alat praga yang digunakan untuk melakukan
mendemonstrasikan bahaya rokok itu antara lain; botol minuman yang dipasang
pipa kecil di bagian bawahnya, karet, satu batang rokok, air,korek api, serta
tisu. Demonstrasi bahaya rokok ini dilakukan di teras masjid. Terlihat dalam
demontrasi tersebut, jupriman mengisikan air kedalam botot lalu memasangkan
rokok pada tutup botol yang telah dilubangi seblumnya. Setelah itu ujung rokok
dibakar dan pipa kecil yang dipasang dibagian bawah botol dilepaskan tutupnya. Sehingga
rokok terhisap oleh tekanan air yang keluar dari saluran air dan asap rokokpun
masuk ke dalam botol. Setelah air air yang dibotol habis, lalu terlihat
jupriman kembali menutup saluran air. Setelah itu tutup botol dilepas dan
diganti dengan tisu yang diikat dengan karet.
Semua anak juara yang menyaksikan demontrasi tersebut terlihat
fokus mengamati dengan seksama. Sampai Jupriman meniup saluran air pada botol
dan memperlihatian kondisi tisu yang digunakan untuk menutup botol. Suasana jadi
riuh saat mereka melihat tisu itu berubah menjadi warna coklat. “ kak, tisunya
jadi coklat!” kata salah satu dari mereka. “ kak,gimana dong dengan mereka yang
menghabiskan rokok satu bungkus sehari?”, sahut yang lainya. Ungkapan dan pertanyaan
mereka tersebut dijawab dengan penekanan
oleh pembinanya, agar tidak merokok dan berjanji untuk tidak melakukanya.
Fardho salah satu anak juara, mengaku senang mengikuti dan
mendapatkan ilmu yang baru saja Dia dapat dari kakak pembinaanya. Dia pun
bertekat untuk tidak akan merokok sampai kapanpun.
Diketahi bahwa menghisap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan
paru-paru penggunanya. Selain itu roko juga menyebabkan rasa kejanduan serta
berpotensi mengakibatkan kerusakan jangka panjang pada organ-organ vital
manusia.
Setelah mengikuti arahan tersebut, semua anak melanjutkan
pembinaan di dalam masjid. Pada akhir penutupan, korwil ICD Padang Utara
menyalurkan beasiswa dari RZ kepada semua anak juara yang hadir dalam
pembinaan.(*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar